Polri Siaga Amankan Ibadah Jumat Agung dan Perayaan Paskah 2025

Jakarta – Menyambut Hari Jumat Agung pada Jumat, 18 April 2025, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pengamanan telah dimulai sejak hari ini Kamis, 17 April 2025.

Langkah strategis dilakukan Polri melalui pendeteksian dini terhadap potensi gangguan keamanan, baik sebelum, saat pelaksanaan, maupun setelah rangkaian perayaan Paskah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh umat Kristiani dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan khidmat.

“Polri bersinergi dengan stakeholder lainnya turut mengamankan gereja-gereja yang berada di Indonesia salah satunya di Gereja Katedral dengan jumat jemaat kurang lebih sebanyak 2.000 umat yang akan beribadah.” Ujar Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Pelibatan personel dalam pengamanan Jumat Agung disesuaikan dengan jumlah tempat ibadah di masing-masing wilayah, dan setiap Polda telah melakukan persiapan secara optimal.

Selain itu, patroli siber juga diperkuat guna mencegah penyebaran berita hoaks dan konten provokatif di ruang digital yang dapat mengganggu suasana perayaan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni dan ketentraman di tengah masyarakat yang majemuk.

Memanfaatkan momentum libur panjang, masyarakat banyak melakukan perjalanan untuk berlibur, demi mendukung kelancaran arus lalu lintas, Polri turut menyiapkan pengamanan di titik-titik rawan kemacetan seperti jalan tol, jalur arteri, bandara, pelabuhan penyeberangan, hingga kawasan wisata. Kekuatan personel di masing-masing wilayah pun dioptimalkan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

“ Polri menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Ibadah Jumat Agung secara aman dan tertib. Kehadiran aparat di lapangan menjadi wujud nyata pelayanan kepada masyarakat serta bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia. “ Imbuh Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Hari Kesadaran Nasional, Kapolda Kalsel: Momentum titik balik untuk memperbarui dan memperkuat semangat pengabdian sebagai insan Bhayangkara

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional yang digelar di Lapangan Hitam Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (17/4/2025) pukul 09.00 WITA. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut, dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Kalsel, personel Polri dan PNS Polri dilingkup Polda Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam amanatnya Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa momentum peringatan Hari Kesadaran Nasional ini hendaknya dimaknai sebagai titik balik untuk memperbarui dan memperkuat semangat pengabdian sebagai insan Bhayangkara.

“Upacara ini juga menjadi pengingat sekaligus pendorong bagi kita semua untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri, dalam menjalankan amanah tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan adaptif,” terang Kapolda Kalsel.

Kapolda mengingatkan seluruh anggotanya, untuk tidak hanya bersikap responsif, tetapi juga harus proaktif, adaptif, serta dapat membaca arah perubahan menyikapi dinamika peristiwa geo-politik, geo-ekonomi, maupun geo-sosial baik secara global maupun regional Provinsi Kalimantan Selatan pada umumnya, guna memelihara stabilitas keamanan, memperkuat ketahanan sosial dan memastikan kondusivitas diwilayah tetap terjaga.

Beliau pun mengimbau kepada jajarannya untuk terus mengintensifkan upaya preemtif, preventif, dan represif secara terukur dan profesional dalam rangka penegakan hukum seiring meningkatnya tindak pidana diwilayah Kalimantan Selatan.berdasarkan data yang diperoleh tercatat sebanyak 448 kasus tindak pidana terjadi sepanjang bulan Maret 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 2,52% atau 11 kasus dibandingkan dengan bulan Februari 2025 yang mencatat 437 kasus tindak pidana.

Beberapa penekanan Kapolda Kalsel yang menjadi pedoman untuk dilaksanakan oleh seluruh anggota yakni:

  1. Terus tingkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, melalui penguatan intelijen serta sinergi dengan masyarakat.
  2. Persiapkan rencana pengamanan secara matang, komprehensif, dan terukur untuk agenda Pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kota Banjarbaru dan Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei (May Day) dengan mengecek dan ricek kembali kesiapan personel dan sarana prasarana secara optimal, serta kedepankan tindakan preemtif dan preventif yang humanis.
  3. Intensifkan kegiatan patroli dan kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Lakukan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel terhadap setiap bentuk gangguan kamtibmas.
  4. Jalin komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang harmonis serta partisipatif seluruh pemangku kepentingan atau stakeholders, termasuk TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, elemen buruh, mahasiswa, civitas akademik, media massa, dan seluruh komponen masyarakat lainnya dalam rangka cooling system dan pemeliharaan kamtibmas yang kondusif.

Mengutip pemikiran salah satu tokoh bernama Theodore Roosevelt yang berkata “Lakukan Apa Yang Kau Bisa, Dengan Apa Yang Kau Punya, Di Mana Pun Kau Berada”. “Kita sebagai insan Bhayangkara kata tersebut bermakna, “marilah kita kerahkan segenap kemampuan terbaik kita, manfaatkan sumber daya yang ada secara optimal, dan laksanakan tugas pengabdian dengan penuh dedikasi dan keikhlasan di Bumi Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan tercinta ini,” tutup Kapolda Kalsel.

Kapolres Balangan Pimpin Upacara hari kesadaran Nasional di Polres Balangan

Kepala Kepolisian Resor Balangan, AKBP Dr. YULIANOR ABDI, S.H., S.I.K., M.H. Memimpin Upacara hari kesadaran Nasional di Polres Balangan, pada Upacara Hari Kesadaran Nasional diikuti oleh Pejabat Utama dan Personil Polres Balangan. Upacara Hari Kesadaran Nasional di Polres Balangan dilaksanakan pada pukul 08.00 Wita sampai dengan selesai.

Kasi Humas Polres Balangan IPTU EKO BUDI MULYONO, S.H. mengatakan, bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional ini merupakan Upacara yang di agendakan setiap bulannya, karena Upacara Hari Kesadaran Nasional ini merupakan bentuk Kesadaran akan kecintaan kita terhadap Negara kita dan sebagai bentuk penghormatan kita kepada Bangsa dan Negara Indonesia.

“Dijaman saat ini sudah banyaknya anak-anak muda yang telah lupa akan perjuangan bangsa kita untuk merebut kemerdekaan, perjuangan negara ini tidak lah mudah untuk berjuang menjadi maju seperti saat ini, jadi dengan adanya Upacara Hari Kesadaran Nasional ini dapat lebih membangunkan rasa Nasionalisme kita semua khusnya anggota Polri agar lebih menghargai dan menghormati Negara tercinta kita, Negara Republik Indonesia” Imbuhnya.

Polres Balangan, Polda Kalsel – Seorang kurir narkoba di wilayah Kabupaten Balangan berhasil dibekuk jajaran Satresnarkoba Polres Balangan.

Ia adalah NA (19) warga Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.

NA saat ini merasakan sel tahanan Polres Balangan akibat perbuatan tindak pidana narkoba.

Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi melalui Kasi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi Mulyono menerangkan, penangkapan terhadap NA bermula dari laporan masyarakat setempat.

“Berdasarkan informasi warga, kami mendapat informasi adanya seseorang yang sering membawa narkotika jenis sabu,” ujar Iptu Eko, Selasa (15/4/2025).

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahuilah aktifitas NA yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu dan diamankan di Desa Lampihong Kiri, Kecamatan Lampihong.

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap NA, pihak kepolisian beber Iptu Eko menemukan dua paket serbuk kristal dibungkus dengan plastik klip warna bening yang diduga narkotika jenis sabu.

Barang tersebut disimpan NA di dalam box depan sepeda motor.

Kemudian ditemukan juga lima butir narkotika jenis ekstasi yang disimpan di kantong celana kanan bagian depan NA.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, NA menyatakan bahwa barang tersebut ia dapat dari orang lain di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

NA dan barang bukti, yakni dua paket narkoba jenis sabu, lima butir pil ekstasi dan uang tunai sebesar Rp 1.222.000 turut diamankan dan dibawa ke Polres Balangan.

NA disangkakan melakukan tindak pidana tentang setiap orang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dan/atau Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 114 Ayat (2) sub Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Jenazah Ferdina Buma dari TKP Muara Kum Berhasil Diidentifikasi, Total 16 Jenazah Sudah Diserahkan ke Keluarga

YAHUKIMO – Satgas Ops Damai Cartenz bersama Tim DVI Polri pada Hari ini kembali mengumumkan hasil identifikasi jenazah yang ditemukan di lokasi muara Kum kemarin. Satu jenazah tersebut hari ini Rabu (16/4) telah dievakuasi dan berhasil diidentifikasi atas nama Ferdina Buma, pria asal Kampung Rumusu, Papua Tengah.

Konferensi pers digelar di RSUD Dekai Kabupaten Yahukimo, dengan dihadiri oleh Direktur RSUD Yahukimo Dr. Glenn M. Nutanyo, M.Kes., serta tim medis dari RS Bhayangkara Jayapura.

Proses identifikasi dilakukan berdasarkan kecocokan tiga data sekunder yang dikumpulkan dari data antemortem dan postmortem dengan label IHK 2025-015.

“Jenazah ditemukan di TKP muara Kum, dan hari ini berhasil dievakuasi serta diidentifikasi sebagai Ferdina Buma, lahir di Nabi Re pada 30 April 1995, jenis kelamin laki-laki, dan berdomisili di Jalan Nabi Re Ilaga KM 36, Kampung Rumusu, Papua Tengah. Saat ini jenazah sudah diserahkan langsung kepada pihak keluarga,” ungkap Commander DVI sekaligus Karumkit RS Bhayangkara TK. II Jayapura, AKBP. Dr. Romy Sebastian.

Ia mengapresiasi seluruh elemen yang terlibat dalam proses penanganan jenazah, termasuk dalam evakuasi terakhir ini.

“Keberhasilan mengidentifikasi seluruh korban ini adalah hasil kerja keras bersama. Identifikasi bukan hanya soal data medis, tetapi juga tentang kemanusiaan dan memberi kepastian kepada keluarga korban. Kami pastikan setiap langkah dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan menghormati hak para korban,” ujar AKBP Romy Sebastian.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan teridentifikasinya Ferdina Buma, total 16 jenazah yang diterima di RSUD DKI Yahukimo kini telah seluruhnya teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

“Ini adalah tanggung jawab kami sebagai bagian dari Polri dan tim kemanusiaan. Kami hadir bukan hanya untuk memberi kepastian identitas, tapi juga untuk menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di tengah duka,” tambahnya.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes. Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menyampaikan penghargaan atas kerja cepat dan profesional dari tim DVI yang telah menyelesaikan proses identifikasi dengan penuh dedikasi.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim DVI Polri dan seluruh pihak yang terlibat. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir memberikan kepastian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, aparat keamanan juga akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” tegas Brigjen Faizal.

Dengan rampungnya proses identifikasi ini, Tim DVI Polri Ops Damai Cartenz berharap kehadirannya tidak hanya memberikan kejelasan tentang identitas para jenazah tetapi juga memberikan ketenangan bagi seluruh keluarga jenazah korban.

Kapolda Kalsel dan Forkopimda Tinjau Progres Ketahanan Pangan Polda Kalsel di Kabupaten Banjar

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel melakukan pengecekan langsung ke lokasi lahan ketahanan pangan di Jalan Gubernur Syarkawi KM. 17, Kabupaten Banjar, Selasa (15/4/2025) sore. Kunjungan ini dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WITA untuk memantau kesiapan dan pengembangan lahan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalsel didampingi oleh Gubernur Kalsel, Wakil Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kabinda Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsuddin Noor, Kadis Pertanian Kalsel, Dir Intelkam Polda Kalsel, Dansat Brimob Polda Kalsel, Wadir Samapta Polda Kalsel, Wakapolres Banjar, Kapolsek Gambut, serta Kepala UPTD BPTPH Provinsi Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam kesempatan itu Kapolda Kalsel bersama pejabat Forkopimda meninjau progres pengelolaan lahan yang menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung kemandirian pangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Irjen Pol Rosyanto Yudha menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antar instansi dalam mewujudkan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

“Lahan ketahanan pangan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Kami berharap sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan stakeholder terkait dapat terus ditingkatkan,” ujar Kapolda.

Untuk mengatasi permasalahan hama, Kapolda Kalsel menerangkan pihaknya telah bekerjasama dengan ULM dan Dinas Pertanian akan melakukan pengendalian dan penyemprotan hama ulat di bonggol jagung dan mengatasi ancaman hama monyet.

Kapolda juga menyampaikan nantinya akan dilaksanakan panen jagung bersama Forkopimda Kalsel, serta dilakukan penambahan luasan pembukaan lahan untuk pena⁠naman jagung dan tanaman Holtikutura bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalsel.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel H. Muhidin mengapresiasi Polda Kalsel yang telah berhasil menanam jagung di lahan rawa seluas 30 hektare.

“Dapat dilihat jagung yang telah ditanam Kapolda Kalsel telah tumbuh dengan baik. Kami dari pemerintah provinsi mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolda Kalsel dan jajaran yang telah menanam jagung dilahan rawa serta kepada stakeholder lainnya yang telah membantu dalam penanaman ini,” ucap Gubernur.

SIARAN PERS ITWASUMTernyata Ini Alasan Seleksi AKB 2025 Berjalan Mulus: Hadirnya Tim Profesional dan Infrastruktur Proporsional!

Semarang, 13 April 2025 — Keberhasilan Seleksi Terpusat Akademi Kader Bangsa (AKB) 2025, dari Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) bersama Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YKYB), yang berlangsung di Akpol Semarang selama lima hari (8-12 April), tidak lepas dari kerja tim panitia profesional dan persiapan infrastruktur yang matang, yang terdiri atas SDM Mabes Polri, Subbagum Akpol, Dokkes Mabes dan Semarang serta Exco YPKBI.

“Kami menerapkan standar berupa 100% kelengkapan tes diupayakan siap, 3 hari sebelum pelaksanaan; asrama yang dipantau 24 jam beserta posko kesehatan 24 jam dengan 3 – 5 tenaga medis; ruang ujian ber-AC dengan pengawasan; menu makanan seimbang selama tiga kali sehari beserta snacks; mobil ambulans stand-by serta sistem transportasi khusus untuk mobilitas peserta. Kami pun menyiapkan protokol darurat yang jelas untuk meminimalisir gangguan teknis dan medis selama proses seleksi,” ujar M. Zaky Ramadhan, Ketua YPKBI

“Seluruh tim berupaya mewujudkan lingkungan ujian ideal diantaranya database terpusat untuk verifikasi kondisi peserta, panitia multidisiplin (akademik, kesehatan, logistik, keamanan, dll) untuk meningkatkan kualitas seleksi. Sebagaimana riset dari Harvard Graduate School of Education (2024) bahwa 90% seleksi siswa berbakat yang sukses didukung oleh tim pelaksana yang profesional dan terlatih. Berbasis studi ini kami juga melakukan pelatihan khusus untuk pewawancara; setiap hari melangsungkan koordinasi antar-divisi. Kedua praktik seperti ini, menurut studi HGSE, dapat meningkatkan akurasi penilaian hingga 35% serta mengurangi kesalahan administrasi hingga 95%, “ tambah Devie Rahmawati, Wakil Ketua YPKBI.

“Keberhasilan seleksi AKB tidak lepas dari kesiapan tim pelaksana yang luar biasa. Kami menerapkan standar yang profesional dan proporsional dalam hal koordinasi, dengan sistem pengawasan berlapis serta protokol kesehatan yang ketat. Hasilnya, seluruh tes berjalan lancar tanpa insiden berarti. Kami tidak hanya merekrut tim yang kompeten, tetapi juga membekali mereka dengan pelatihan intensif tentang nilai-nilai kebangsaan yang menjadi DNA AKB,” seru Itwasum Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo.

“Studi global menunjukkan bahwa suksesnya seleksi calon siswa berbakat sangat bergantung pada kualitas penyelenggaraan dan keamanan lokasi. Laporan OECD 2023, University of Cambridge 2022 serta Johns Hopkins University 2024, menyatakan bahwa, 88% seleksi siswa berbakat yang sukses, didorong tim panitia yang solid, dengan pembagian tugas jelas, serta standar keamanan dan kesehatan lokasi ujian, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan peserta hingga 95%. Tidak hanya itu, infrastruktur ujian yang memadai, akan meningkatkan performa peserta hingga 25% dan protokol darurat yang jelas, dapat mengurangi potensi risiko selama kegiatan,” tutup Guru Besar UNINSULA, Prof. Dr. Dedi Prasetyo

Kakorlantas: Intervensi Kapolri dan Kerja Sama Stakeholder Jadi Kunci Sukses Pengamanan Mudik Lebaran

Jakarta. Korlantas Polri menutup Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2025, Sabtu (12/4/2025). Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan suksesnya pengamanan arus mudik dan arus balik tidak lepas dari intervensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta kerja sama erat dengan semua stakeholder.

Kakorlantas menjelaskan keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran merupakan sukses dari banyak pihak. Namun ini juga tidak lepas dari intervensi Kapolri dalam memberikan arahan, bahkan turun langsung memantau memastikan kelancaran arus mudik dan balik di berbagai wilayah.

“Keberhasilan Operasi Ketupat adalah keberhasilan bersama,” tegas Kakorlantas, Minggu (14/4/2025).

Kakorlantas mengatakan Jenderal Sigit memberikan arahan yang jelas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Kapolri, kata Kakorlantas, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergisitas dari semua unsur untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran berlangsung.

“Berkat petunjuk dan arahan Bapak Kapolri dalam Operasi jKetupat tentang perlunya kolaborasi, sinergisitas, dan komunikasi stakeholder adalah kunci keberhasilan,” tutur Kakorlantas.

“Saya selaku Kakorlantas Polri dengan hormat menyatakan terima kasih dan rasa bangga yang tinggi atas dedikasi, semangat, kerja keras, kebersamaan, keikhlasan, serta soliditas kita semua dalam menyukseskan, baik sebelum, saat, maupun selesainya kegiatan ini,” lanjut Kakorlantas.

Haidar Alwi: Polri Sedang Menuju Format Terbaiknya, Reformasi Harus Terus Dikawal

Jakarta – Pengamat kebangsaan sekaligus pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, menyampaikan refleksi kritis dan optimistis terhadap peran serta transformasi institusional Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam dua dekade terakhir. Menurutnya, perjalanan panjang reformasi Polri mencerminkan bentuk keberhasilan tata kelola negara pasca-otoritarianisme yang harus terus diperkuat.

“Polri sedang berjalan menuju format terbaiknya. Masih banyak lubang, tetapi kita sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Haidar Alwi dalam keterangannya, Minggu (13/4/2025).

Haidar melihat Polri bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai indikator utama dari keberhasilan demokrasi prosedural pasca-reformasi. Ia menyebut transformasi Polri telah berhasil mengarah ke disembedded policing—yakni pola kepolisian yang mandiri, tidak lagi berada di bawah kontrol politik maupun oligarki kekuasaan, serta makin akuntabel dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan hukum.

Dalam pandangannya, kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo membawa warna baru dalam transformasi kelembagaan Polri melalui konsep Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Ia menilai pendekatan ini telah mendorong kepolisian dari model reaktif menjadi lebih prediktif dalam menghadapi potensi konflik sosial.

“Kepolisian kini tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran, tetapi sudah mampu mengantisipasi melalui pendekatan early warning system dan penguatan engagement di masyarakat,” jelas Haidar.

Ia juga menyoroti penerapan keadilan restoratif (restorative justice) yang dilakukan Polri sebagai terobosan penting dalam membangun budaya hukum baru yang lebih manusiawi. Dalam beberapa kasus pidana ringan, penyelesaian melalui mediasi dan pemulihan relasi sosial lebih diutamakan dibanding pemidanaan.

“Ini adalah pendekatan korektif dan rehabilitatif, bukan lagi semata-mata menghukum. Polri berusaha membangun keadilan yang menyentuh hati rakyat, bukan hanya mengutip pasal,” tambahnya.

Salah satu capaian signifikan lainnya, menurut Haidar, adalah keberanian Polri dalam melakukan koreksi internal secara tegas, seperti dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Penegakan hukum terhadap Irjen Ferdy Sambo dan sejumlah perwira lainnya ia nilai sebagai bentuk institutional auto-correction yang menunjukkan kematangan moral organisasi.

Di sisi pelayanan publik, Haidar Alwi juga mengapresiasi digitalisasi layanan kepolisian melalui Super App Polri sebagai bentuk nyata dari e-policing. Hal ini dinilai mampu mempercepat layanan, memangkas birokrasi, dan meminimalkan potensi korupsi.

Tak hanya itu, ia memuji program Polisi RW sebagai inovasi proximity policing yang efektif mendekatkan aparat dengan masyarakat di level mikro.

“Polisi tidak lagi menjadi aparat kekuasaan yang elitis, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sosial warga. Ini membangun kepercayaan dan kepekaan sosial yang sangat penting dalam konteks pluralisme kita,” ucap Haidar.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, termasuk keberadaan shadow state atau struktur kekuasaan informal di dalam tubuh institusi, serta ketimpangan geografis dalam akses terhadap keamanan di wilayah terpencil.

“Reformasi struktural tidak akan berjalan tanpa disertai reformasi mental dan etika profesi. Shadow command bisa merusak seluruh capaian jika tidak dikendalikan,” tegasnya.

Haidar Alwi menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk terus terlibat aktif dalam mengawal reformasi Polri.

“Jangan pernah lelah mendorong perubahan, karena perubahan hanya terjadi jika kita ikut menjadi bagian darinya,” pungkasnya.

Menurutnya, profesionalisme berbasis kewargaan atau civic professionalism adalah kunci untuk menciptakan Polri yang tangguh, adil, dan benar-benar menjadi milik rakyat.

Berhasil Laksanakan Operasi Ketupat 2025, Koordinator Pusat BEM KSI: Terima Kasih Kapolri dan Jajaran

Jakarta. Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia (KSI) Charles menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Polri terkait Operasi Ketupat 2025.

Keberhasilan mudik ini merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Kementerian Perhubungan serta stakeholders lainnya.

Koordinator Pusat BEM KSI mengatakan operasi tersebut bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi tinggi Polri dalam melayani masyarakat. Ia berpendapat pengamanan Hari Idulfitri berjalan sangat baik.

Ia lalu menyampaikan pengamanan arus mudik dan balik, penjagaan tempat ibadah, tempat wisata, serta kelancaran lalu lintas menunjukkan kesigapan dan profesionalisme Polri.

Pengamanan dan penjagaan yang dinilai maksimal dalam menjawab kebutuhan masyaraka selama masa libur Lebaran.

“KSI memandang sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat lainnya dalam Operasi Ketupat 2025 menjadi contoh baik dari kerja kolektif demi kepentingan bangsa. Kolaborasi ini harus terus dirawat dan ditingkatkan ke depannya,” ujar Koordinator Pusat BEM KSI, Sabtu (12/4/2025).

BEM KSI mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. BEM KSI menuturkan apresiasi ini bentuk dukungan moral atas kerja keras yang seringkali tak terlihat oleh publik, padahal dampaknya besar.

Keamanan Hari Idulfitri juga menjadi bukti keberagaman dapat dijaga bersama-sama. BEM Kristiani meyakini solidaritas antarumat beragama harus terus dikembangkan demi memperkuat persatuan bangsa.

Koordinator Pusat BEM KSI menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdian Polri kepada Indonesia. “Operasi Ketupat 2025 adalah wujud nyata komitmen Polri bagi keamanan dan kedamaian bangsa. Terima kasih atas kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa,” tutupnya.