DIR PPA PPO BARESKRIM POLRI AJAK SANTRI BERANI BICARA DAN LAWAN KEKERASAN

Tangerang – Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., mengajak para santri untuk berani bersuara dalam menghadapi segala bentuk kekerasan. Hal ini disampaikan dalam acara Ngabuburit Bersama Santri di Pondok Pesantren Asshidiqqiyah, Tangerang, Selasa (11/3).

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Nurul Azizah menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman bagi para santri. Menurutnya, pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis agama memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda, sehingga harus bebas dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.

“Sebagai santri, kalian semua adalah bagian dari generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Jika ada sesuatu yang tidak benar, jika kalian melihat atau mengalami perlakuan yang tidak semestinya, bangkitlah dan bersuaralah!” tegasnya.

Dalam upaya pencegahan kekerasan, Brigjen Nurul memperkenalkan kampanye “RISE AND SPEAK” yang bertujuan mendorong santri untuk lebih berani dalam mengungkapkan kasus kekerasan atau pelanggaran hak mereka.

  1. RISE – Berani Bangkit

“Jangan takut untuk berdiri dan melawan ketidakadilan. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan tegas dalam membela kebenaran,” katanya.

  1. SPEAK – Berani Bicara, Selamatkan Sesama

Ia juga menegaskan pentingnya membangun kesadaran untuk melaporkan jika melihat atau mengalami kekerasan.

“Jika ada hal yang membuat kalian tidak nyaman atau jika melihat teman yang mengalami kesulitan, jangan diam! Suara kalian bisa menyelamatkan diri sendiri dan orang lain,” pesannya.

Brigjen Nurul juga menyoroti berbagai langkah yang perlu diambil dalam mencegah kekerasan di lingkungan pesantren, di antaranya:

  1. Peningkatan Kesadaran dan Edukasi

Santri harus memahami hak-haknya dan tidak ragu untuk berbicara jika mengalami tindakan yang tidak benar.

  1. Peran Pimpinan Pesantren dan Ustaz/Ustazah

Pengasuh dan tenaga pendidik memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang aman dengan pendekatan berbasis kasih sayang dan disiplin tanpa kekerasan.

  1. Sistem Pelaporan dan Pelindungan

Dibutuhkan mekanisme yang jelas untuk melaporkan kekerasan dan memberikan pelindungan kepada korban.

  1. Kolaborasi Semua Pihak

Upaya pencegahan kekerasan bukan hanya tanggung jawab kepolisian atau pesantren, tetapi juga semua elemen masyarakat.

“Kami dari kepolisian, bersama dengan stakeholder terkait, siap mendukung pesantren dalam menciptakan mekanisme pelindungan yang efektif bagi santri. Pencegahan kekerasan adalah tugas kita bersama,” ujar Brigjen Nurul.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat sinergi antara kepolisian, pesantren, dan berbagai pihak terkait untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman.

“Bulan Ramadan penuh berkah, bersama santri hati bahagia. Jangan diam jika ada masalah, berani bicara selamatkan sesama,” tutupnya dengan pantun.

Acara yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini dihadiri oleh berbagai perwakilan kementerian, kepolisian, dan tokoh agama. Para santri tampak antusias mengikuti sesi diskusi yang membahas hak pelindungan mereka serta pentingnya membangun lingkungan pesantren yang bebas dari kekerasan.

Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di Timika Guna Perkuat Komunikasi dan Keamanan

Timika – Dalam upaya mempererat komunikasi dan menjaga situasi keamanan di Papua Tengah, Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kompol Yusuf Tauziri, S.I.K, bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Kabupaten Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, MPhil. Pertemuan ini berlangsung di kediaman Dr. Jeffrey, Senin (10/3).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kompol Yusuf Tauziri menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah.

“Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan para tokoh masyarakat, agar dapat bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Polisi Yusuf Sutejo, S.I.K, M.T, menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan untuk menangkal berbagai isu yang dapat memecah belah persatuan.

“Melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang terbuka, kami berharap dapat membangun kepercayaan serta memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat,” jelasnya.

Dr. Jeffrey C. Hutagalung menyambut baik kunjungan ini dan mengapresiasi langkah kepolisian melalui Operasi Damai Cartenz dalam menjalin hubungan dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya dialog sebagai jembatan untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah Papua Tengah.

Silaturahmi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ops Damai Cartenz 2025 yang juga berfokus pada kegiatan humanis selain penegakan hukum. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kedamaian serta mencegah potensi gangguan keamanan di Timika dan sekitarnya.

Sidak Pasar, Polres Balangan dan Dinas Perdagangan Pantau Harga Bahan Pokok

Halong – Dihari ke 10 bulan Suci Ramadhan, Polres Balangan bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Balangan melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Halong kec. Halong untuk memantau harga rata-rata bahan pokok. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (10/3/2025) itu dilakukan guna memastikan stabilitas harga pangan selama Ramadhan serta menjaga pasokan bahan pokok agar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Balangan, AKP Galuh Riska Pangestu, menjelaskan bahwa Sidak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengawasi harga dan pasokan bahan pokok.

“Kami ingin memastikan tidak ada kenaikan harga yang tidak wajar, terutama menjelang bulan Ramadhan. Stabilitas harga pangan sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, disela kegiatan.

Selain memantau harga, pihaknya juga mengingatkan seluruh pelaku usaha, baik distributor maupun pedagang, untuk tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami mengimbau para pelaku usaha untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku, dan tidak mengambil keuntungan berlebihan di momen Ramadhan ini,” tambah AKP Galuh.

Kegiatan Sidak ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pedagang. Kini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan selama Ramadhan tanpa terbebani harga yang tinggi.

“Dengan adanya Sidak ini, diharapkan harga bahan pokok di Kabupaten Balangan tetap stabil dan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa khawatir akan kenaikan harga yang signifikan.

Puncak Arus Mudik Diprediksi Mulai 28 Maret, Kapolri Dirikan 2.835 Posko Pengamanan

Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat lintas sektoral dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ia memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 terjadi mulai 28 Maret.

“Arus mudik antara 28 sampai dengan 30 Maret,” ujar Kapolri, Senin (10/3/2025).

Polri juga telah memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 5-7 April mendatang.

“Puncak arus balik di tanggal 5 sampai 7 April 2025. Oleh karena itu, kita melaksanakan rencana kegiatan Operasi Ketupat yang dibagi menjadi dua versi,” jelas Kapolri.

Ia mengatakan Operasi Ketupat 2025 digelar dengan penyesuaian di sejumlah wilayah. Wilayah Lampung sampai Bali akan menggelar Operasi Ketupat 2025 selama 17 hari.

“Sedangkan untuk polda yang lain akan dilaksanakan 14 hari dimulai tanggal 23 (Maret) untuk yang 8 polda dan tanggal 26 Maret untuk yang 28 polda lain,” ujar Kapolri.

Kapolri menjamin jajarannya siap mengamankan jalannya arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Total 2.835 posko Lebaran akan didirikan selama Operasi Ketupat berlangsung.

“Secara umum tadi dilaporkan bahwa kegiatan pengamanan kita kali ini melibatkan kurang lebih 2.835 posko terdiri dari 1.738 pospam, 788 posyan, dan 309 pos terpadu dan mengamankan 126.736 objek pengamanan,” terang Kapolri.

Kapolri Paparkan Persiapan dan Kesiapan Pengamanan Lebaran 2025 ke Menko Polkam

Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral terkait kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Rakor itu dipimpin oleh Menko Polkam Budi Gunawan.

Kapolri mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan dan kesiapan menghadapi masa mudik Lebaran 2025. Dia memastikan Korps Bhayangkara akan maksimal dalam melakukan pelayanan selama mudik.

“Kemudian juga tentunya kami tetap mempersiapkan berbagai macam persiapan rekayasa lalu lintas, mulai dari bagaimana kita melaksanakan kegiatan ganjil genap, contraflow sampai dengan one way,” jelas Kapolri, Senin (10/3/2025).

Kapolri memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada 28-30 Maret 2025. Sementara arus balik terjadi pada 5-7 April 2025.

“Oleh karena itu, kita melaksanakan rencana kegiatan Operasi Ketupat yang dibagi menjadi dua versi, untuk operasi di wilayah mulai dari Lampung sampai Bali, itu akan dilaksanakan 17 hari. Sedangkan untuk 28 Polda yang lain akan dilaksanakan 14 hari,” jelas Kapolri.

Polri juga mendirikan 2.582 posko pelayanan dan pengamanan sepanjang masa mudik Lebaran 2025. Jumlah itu terdiri atas 1.738 posko pengamanan, 788 posko pelayanan dan 309 posko terpadu.

“Mengamankan 126.736 obyek pengamanan,” rinci Kapolri.

Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan di jalur mudik, Polri juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk pelaksanaan pola work from anywhere (WFA) terhadap para pekerja.

“Kemudian terkait dengan beberapa upaya untuk mengurai kemacetan, pemerintah juga memberikan insentif bagi masyarakat antara lain WFA (work from anywhere),” ungkap Kapolri.

“Kemudian pemberian diskon terhadap tiket tol dan juga diskon terhadap alat angkut. Ini dimaksud agar masyarakat bisa kembali lebih cepat sehingga puncak arus mudik itu juga bisa dilewati, dengan juga pada saat arus balik,” jelas Kapolri.

Ia mengatakan pihaknya juga mengantisipasi cuaca ekstrem saat arus mudik dan balik Lebaran berlangsung. Dia mengatakan pembahasan mengenai kebijakan saat menghadapi situasi darurat seperti bencana banjir saat mudik berlangsung akan dimatangkan.

“Kemudian, karena saat ini juga sedang menghadapi musim hujan, sehingga tentunya kita juga bahas berbagai macam alternatif apabila terjadi bencana banjir ataupun tanah longsor yang tentunya akan mengganggu jalur,” ungkap Kapolri.

“Oleh karena itu, juga kesiapan tim respons cepat untuk melaksanakan langkah-langkah apabila terjadi bencana itu juga harus bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” sambung Kapolri.

Lebih lanjut Kapolri menyebutkan pihaknya juga menyiapkan hotline pada masa mudik Lebaran. Ia mengimbau masyarakat agar tak ragu menghubungi hotline 110 jika membutuhkan bantuan.

“Ini semua kita harapkan bisa dibantu disosialisasikan dan masyarakat yang membutuhkan layanan pada saat mudik bisa menghubungi layanan hotline yang kami siapkan,” ujar Kapolri.

Komisi III DPR RI Apresiasi Keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz Gagalkan Penyelundupan Senjata ke KKB

Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Mangihut Sinaga, mengapresiasi keberhasilan Satgas Damai Cartenz dalam menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga akan disalurkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, Papua. Keberhasilan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Mangihut menegaskan bahwa kerja keras aparat keamanan dalam operasi yang berlangsung pada 1-7 Maret 2025 ini patut diapresiasi, mengingat potensi ancaman yang ditimbulkan jika senjata-senjata tersebut jatuh ke tangan KKB.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Satgas Damai Cartenz yang berhasil menggagalkan penyelundupan senjata ini. Ini adalah langkah konkret dalam menjaga keamanan dan memastikan masyarakat Papua bisa hidup dengan lebih tenang,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (9/3).

Sebelumnya, dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan berbagai barang bukti, termasuk dua pucuk senjata laras panjang, empat pistol G2 Pindad, serta ratusan butir amunisi. Selain itu, turut disita beberapa perlengkapan lainnya seperti senapan angin, kompresor udara, dan uang tunai sebesar Rp369,6 juta.

Salah satu pihak yang diduga terlibat dalam jaringan ini adalah Yuni Enumbi, yang disebut sebagai penghubung utama dalam penyelundupan senjata. Aparat masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan lebih luas yang terlibat dalam pasokan senjata ilegal bagi KKB.

Mangihut menegaskan bahwa langkah tegas semacam ini harus terus dilakukan guna mencegah senjata ilegal beredar dan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

“Keamanan di Papua harus dijaga dengan ketat. Kami mendukung penuh upaya aparat dalam menindak penyelundupan senjata agar tidak ada celah bagi kelompok bersenjata untuk memperkuat diri,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Staf Ahli Jaksa Agung itu juga menekankan pentingnya pengawasan ketat dari aparat keamanan dalam mencegah masuknya senjata ilegal ke wilayah konflik. Menurutnya, keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan dan penindakan terhadap jaringan penyelundupan senjata yang lebih luas.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa aparat kita tidak tinggal diam. Kami berharap operasi serupa terus dilakukan agar tidak ada celah bagi kelompok-kelompok bersenjata untuk merusak kedamaian di Papua,” ujar mantan Kajati Sulawesi Utara itu.

Dengan adanya operasi semacam ini, diharapkan keamanan di Papua semakin terkendali dan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman tanpa ancaman dari kelompok bersenjata.

Polres Balangan Gelar Tadarus Al-Qur’an Setiap Habis Tarawih

Polres Balangan, Polda Kalsel – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1446 H, Polres Balangan menggelar kegiatan Tadarus Al-Qur’an Berjamaah, setiap usai pelaksanaan sholat Tarawih.

Kegiatan ini berlangsung di Mushola An Nuur yang berada di kawasan Mako Polres Balangan dan diikuti oleh Personil Polres Balangan dan masyarakat yang menjadi Jemaah Tarawih.

Kasi Was Polres Balangan AKP Budi Wibowo S. Yang juga merangkap sebagai pengurus Mushola An Nuur mengatakan Kegiatan tadarus atau membaca,mengkaji dan memahami Al-Qur’an secara bersama – sama ini dilakukan rutin selama bulan suci ramadhan.

“Melalui tadarus ini, kami berharap dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperoleh ridho dan pahala dari-Nya. Selain itu, ini juga menjadi sarana pembinaan rohani bagi seluruh personel agar tetap menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari dan tugas kepolisian,” ujar AKP Budi.

AKP Budi berharap dengan pelaksanaan tadarus Al-Qur’an ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan personil Polres Balangan sehingga berdampak pada peningkatan kinerja dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Hangatnya Kebersamaan: Mama-Mama Pegunungan Bintang dan Personel Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Saling Berbagi

Pegunungan Bintang, 8 Maret 2025 – Momen penuh kehangatan dan kebersamaan terjadi di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Seorang Mama Papua dengan penuh ketulusan berbagi hasil panennya dengan personel Operasi Damai Cartenz 2025, menunjukkan kuatnya ikatan sosial antara masyarakat dan aparat keamanan.

Pada siang hari Sabtu (8/3), seorang wanita paruh baya bernama Mama Elliyah berjalan menuju pos personel Damai Cartenz 2025 dengan memikul noken, tas tradisional khas Papua. Di dalamnya, berisi umbi-umbian singkong segar yang panjang. Dengan senyum tulus, ia menyerahkan singkong tersebut kepada para personel yang tengah bertugas sebagai bentuk kepedulian dan jalinan silaturahmi, terlebih di bulan Ramadan.

“Saya sering lihat bapak-bapak polisi selalu menjaga kami di sini. Saya senang bisa berbagi hasil kebun ini, supaya mereka juga bisa merasakan apa yang kami makan di rumah. Kita harus saling bantu, biar damai dan rukun,” ujar Mama Elliyah dengan penuh kehangatan.

Salah satu personel yang menerima pemberian tersebut, Bripda Abdulrohman Wahyu Saputra, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Ini bentuk kasih sayang yang luar biasa dari masyarakat. Kami merasa dihargai dan diterima sebagai bagian dari mereka,” ungkapnya.

Sebagai bentuk balasan, personel Damai Cartenz 2025 menawarkan sekardus mi instan kepada Mama Elliyah, sebagai wujud perhatian kepada masyarakat yang telah menunjukkan kebaikan hati mereka.

Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., turut mengapresiasi kejadian ini.

“Momen seperti ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Papua dan aparat keamanan bisa hidup berdampingan dalam bingkai persatuan dan kemanusiaan. Kebaikan yang ditunjukkan oleh Mama-mama Papua adalah contoh nilai luhur yang harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Peristiwa ini mencerminkan hubungan yang semakin erat antara aparat keamanan dan masyarakat Pegunungan Bintang. Operasi Damai Cartenz 2025 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat. Momen kebersamaan ini kembali menegaskan bahwa di tengah keberagaman Indonesia, nilai gotong royong dan persatuan tetap menjadi perekat yang kuat, sebagaimana tertuang dalam sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.

Jumat Berkah, Kapolda Kalsel Berikan Santunan Baju Muslim untuk Santri dan Anak Panti Asuhan

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., memberikan santunan kepada santri Pondok Pesantren Worosyatuo dan anak-anak Panti Asuhan Al Aqsa. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Riyadus Shalihin Polda Kalsel, Banjarbaru, Jumat (7/3/2025) setelah pelaksanaan Shalat Jumat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Kapolda Kalsel terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan. Santunan berupa baju muslim yang diberikan diharapkan dapat membantu para santri dan anak-anak panti asuhan dalam menjalankan aktivitas ibadah sehari-hari.

Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk turut serta dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat. “Polda Kalsel ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan agama dan moral anak-anak,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh Wakapolda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, perwakilan Pondok Pesantren Worosyatuo, dan Panti Asuhan Al Aqsa. Para penerima santunan terlihat antusias dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Kegiatan santunan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi semua untuk turut berkontribusi dalam kegiatan sosial keagamaan.

Kapolda Kalsel Tegaskan Seleksi Penerimaan Anggota Polri Berjalan Transparan dan Gratis

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mengingatkan masyarakat, khususnya para peserta seleksi Penerimaan Anggota Polri, bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara transparan dan tidak dipungut biaya apapun. Hal itu disampaikan Kapolda saat memimpin Penandatanganan Pakta Integritas Pengambilan Sumpah Penerimaan Taruna Taruni Akpol, Bintara Dan Tamtama Polri TA. 2025 Panda Polda Kalsel, Jumat (7/3/2025).

Guna mencegah adanya praktik-praktik tidak terpuji yang dapat merugikan calon peserta, Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa seleksi penerimaan anggota Polri dilakukan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). “Seluruh tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran hingga pengumuman kelulusan berjalan secara transparan, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh peserta. Ini murni gratis,” ujarnya.

Beliau juga memperingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada oknum-oknum yang mengaku bisa menjamin kelulusan dalam seleksi ini. “Tidak ada satu orang pun yang bisa menjanjikan kelulusan para peserta,” tutur Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

“Kalau adik-adik lulus dalam seleksi ini, itu karena usaha keras dari adik-adik semua,” tambahnya.

Kapolda pun mengingatkan, agar seleksi anggota Polri TA. 2025 Panda Polda Kalsel tidak ada pihak-pihak yang dirugikan atau menjadi korban akibat janji-janji kelulusan, baik itu anggota Polri, PNS, masyarakat maupun pihak lainnya yang berperan menjadi “penembak diatas kuda”.

“Penerimaan seleksi anggota Polri TA. 2025 tidak dipungut biaya apapun, karena semua sudah dibayar oleh negara,” tegas Kapolda Kalsel.

Seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2025 ini diharapkan dapat menghasilkan calon-calon anggota yang berkualitas dan berintegritas tinggi. Kapolda Kalsel berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan jujur dan disiplin.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses seleksi ini agar berjalan lancar dan menghasilkan anggota Polri yang profesional dan dapat diandalkan,” tutup Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.