Satu Komplotan KKB Pimpinan Aske Mabel, Nikson Matuan, Digiring ke Polda Papua

Jayapura – Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 kembali menunjukkan keseriusan dalam menindak tegas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Pada Kamis (13/2), tim Investigasi Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 resmi menggiring tersangka Nikson Matuan alias Okoni Siep, komplotan KKB pimpinan Aske Mabel, ke Polda Papua guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Proses pemindahan tersangka dimulai pukul 08.15 WIT dari Posko Satgas ODC-2025. Tersangka didampingi langsung oleh tim investigasi yang dipimpin Kasubsatgas Investigasi ODC-2025, KOMPOL Suheriadi, S.H., S.I.K., M.M., bersama IPTU Kamaruddin, S.H., serta dua anggota lainnya, BRIPKA Jefri Januar Thomas dan BRIPDA Apriadi Widiansyah.

Pada pukul 08.16 WIT, tim berangkat menuju Bandara Udara Elelim dan tiba sepuluh menit kemudian. Kemudian sebuah helikopter jenis P3003 mendarat di bandara untuk menjemput tersangka. Proses evakuasi berjalan cepat dan lancar. Helikopter pun lepas landas menuju Bandara Udara Jayapura.

Pernyataan Kaops Damai Cartenz

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Wakaops Damai Cartenz 2025 Kombes. Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menegaskan bahwa langkah ini merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas aktivitas KKB di Papua.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi kelompok-kelompok yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua. Setiap simpatisan maupun komplotan KKB yang terlibat dalam aksi-aksi terorisme akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Brigjen Pol. Faizal.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan operasi intensif guna menekan pergerakan KKB di berbagai wilayah rawan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap bekerja sama dengan aparat dalam menjaga situasi keamanan di Papua,” tambahnya.

Himbauan Satgas Humas Ops Damai Cartenz

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat agar mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi keamanan.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berita bohong atau propaganda yang sengaja disebarkan untuk memprovokasi. Percayakan proses hukum kepada kepolisian, karena setiap tindakan akan diproses secara profesional dan transparan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kombes Pol. Yusuf.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga situasi kondusif dengan melaporkan setiap potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan.

“Jika ada informasi terkait keberadaan kelompok kriminal bersenjata atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti. Keamanan Papua adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua serta menindak tegas setiap ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Kadiv Humas Tegaskan Komitmen Kapolri Jaga Marwah Institusi Dengan Terus Bebenah

Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho menyampaikan bahwa Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo berkomitmen memberikan reward and punishment kepada seluruh jajarannya. Upaya bebenah yang dilakukan Polri pun tidak akan ragu untuk dilakukan.

Irjen. Pol. Sandi menerangkan, kritik membangun selalu diterima dengan baik demi terus memajukan Polri. Bahkan, hal itu telah disampaikan Kapolri sejak pembekalan awal anggota kepolisian.

“Bapak Kapolri sudah menyampaikan kepada kita semua bahwa setiap keberhasilan anggota Polri akan mendapatkan reward dan setiap anggota Polri yang melaksanakan pelanggaran akan mendapatkan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” jelas Irjen. Pol. Sandi di Rupatama Mabes Polri, Rabu (12/2/25).

Menurut Kadiv Humas, dalam setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri, Kapolri berikan sanksi tegas sebagai bentuk bersih-bersih. Bahkan, tidak ada sedikitpun upaya untuk menyembunyikan oknum yang mencederai marwah institusi, sebagai bukti transparansi Polri.

“Seandainya ditutup-tutupi juga masih memungkinkan, tapi bapak Kapolri memilih opsi untuk menindak tegas, untuk memperbaiki bagi yang belum baik,” ujar Kadiv Humas.

Diingatkan Kadiv Humas, polisi merupakan salah satu tugas yang mulia. Terdapat 460.000 anggota yang bekerja keras secara transparan, profesional, dan juga mengharumkan nama institusi serta negara di kancah dunia.

“Profesi apapun adalah mulia termasuk profesi Kepolisian. Jadi tidak boleh dinodai oleh oknum-oknum anggota yang mau menodai institusi Kepolisian. Maka tugas kami untuk bisa memuliakan profesi kepolisian dengan menindak tegas semua oknum terkait sesuai aturan berlaku,” ungkap Kadiv Humas.

Penyelundupan 135 Kg Sabu dari Thailand di Aceh Digagalkan, Diduga Berkaitan dengan Fredy Pratama

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 135 kilogram di Aceh. Barang haram tersebut diduga berasal dari Thailand dan masih berkaitan dengan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama.

“Kami menerima informasi bahwa ada penyelundupan narkotika dari Thailand. Kemungkinan besar ini merupakan barang milik Fredy Pratama,” ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (11/2/2025).

Mukti menegaskan bahwa Fredy Pratama masih aktif mengendalikan jaringan narkotika di Indonesia. Ia bahkan disebut telah mengubah pola komunikasi untuk menghindari pelacakan.

“Fredy masih mempertahankan jaringannya di Indonesia. Kami mendeteksi bahwa ia terus berupaya memperkuat sindikasi ini,” tambahnya.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, kepolisian akan menerapkan strategi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) guna mengungkap aliran dana yang mengarah ke Fredy Pratama.

“Melalui TPPU, semua dapat terungkap. Kalau hanya menangkap pelaku di lapangan, mereka tidak akan mengaku. Namun, jika kita menelusuri rekening mereka, pasti ujungnya mengarah ke Fredy Pratama,” jelas Mukti.

Hingga saat ini, Fredy Pratama diyakini masih bersembunyi di Thailand dan mendapat perlindungan dari pihak tertentu. Polri pun terus berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk menangkapnya.

“Kami belum bisa menjangkau dia. Fredy adalah gembong besar yang sulit disentuh oleh pemerintah Thailand,” ungkap Mukti.

Fredy Pratama sendiri telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014. Polri telah membentuk Tim Khusus Escobar Indonesia untuk memburunya, bekerja sama dengan Kepolisian Thailand serta Drugs Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Dalam operasi yang berlangsung pada 7 dan 8 Februari 2025, polisi menangkap empat warga Aceh yang diduga terlibat dalam penyelundupan ini. Mereka berinisial I, F, E, dan M, yang diamankan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Lhoksukon.

“Para pelaku semuanya warga Indonesia, berasal dari Aceh. Saat ini, mereka telah diamankan,” terang Mukti.

Barang bukti yang berhasil disita dalam pengungkapan ini meliputi 135 bungkus sabu yang dikemas dalam teh China berlabel 999 dan 99, satu perahu mesin dua kepala, satu boat oskadon, satu unit ponsel satelit merek Thuraya, satu perangkat Garmin, lima unit ponsel Android, serta satu unit mobil Avanza hitam.

“Barang ini rencananya akan diedarkan ke kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta,” tambahnya.

Saat ini, keempat tersangka telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka dijerat dengan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah pidana mati atau minimal lima tahun penjara dengan denda Rp10 miliar.

Polri memastikan akan terus membongkar jaringan narkotika ini hingga ke akar-akarnya dan menangkap Fredy Pratama yang masih buron.

Kapolri dan Ketua PBNU Bahas Keberagaman serta Isu Kekerasan di Pendidikan

Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Ketua PBNU Alissa Wahid dalam sebuah audiensi yang membahas berbagai isu kebangsaan, termasuk keberagaman dan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kapolri menegaskan komitmennya untuk menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia.

“Kami sangat senang dan berkomitmen untuk terus menjaga keberagaman serta toleransi, karena Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang beragam. Keberagaman ini merupakan kekuatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Kapolri usai pertemuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Kabaintelkam Polri Komjen Syahardiantono, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, Wakabareskrim Polri Irjen Asep Edi Suheri, Waastamaops Irjen Endi Sutendi, Kakor Binmas Irjen Edy Murbowo, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, serta Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) Brigjen Nurul Azizah.

Sementara itu, Ketua PBNU Alissa Wahid hadir bersama Wasekjen PBNU Mahrus Elmawa, Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah, Ketua LBH PP GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa, serta pengurus RMI PBNU Ulun Nuha.

Kapolri menegaskan bahwa Polri akan mengambil langkah konkret dalam menindaklanjuti pembahasan terkait toleransi dan isu-isu strategis lainnya yang menjadi perhatian masyarakat.

“Oleh karena itu, kami akan melaksanakan kerja sama lanjutan terkait isu-isu yang menjadi perhatian NU dan berbagai pihak, termasuk aktivis yang peduli terhadap persoalan ini,” tegas Kapolri.

Dalam kesempatan yang sama, Alissa Wahid mengungkapkan bahwa salah satu isu utama yang dibahas adalah kekerasan di lembaga pendidikan. Menurutnya, PBNU tengah berupaya untuk meminimalisasi, menurunkan, bahkan memberantas kekerasan di sekolah, madrasah, dan pesantren.

“Isu kekerasan di lembaga pendidikan menjadi perhatian utama kami di PBNU. Kami telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi hal ini,” ujar Alissa.

Alissa juga menekankan pentingnya dukungan dari Polri dalam menangani kekerasan di pesantren, sekaligus mengatasi persoalan radikalisme yang masih menjadi ancaman di masyarakat.

“Radikalisme masih menjadi isu yang perlu diwaspadai, karena bertentangan dengan semangat hubbul wathan minal iman yang dipegang oleh NU. Kami bersyukur dapat berdiskusi secara mendalam dan berbobot dengan Bapak Kapolri,” tambahnya.

Pertemuan ini menegaskan sinergi antara Polri dan PBNU dalam menjaga persatuan bangsa, serta mengatasi berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kunjungi Pos Brimob di Oksibil dan Serambakon, Berikan Motivasi kepada Personel

Oksibil – Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., melakukan kunjungan kerja ke dua pos Brimob di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Selasa (11/2). Ia mengunjungi Pos Brimob Kotaraja di Distrik Serambakon dan Pos RRI Brimob Operasi Damai Cartenz di Oksibil. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan motivasi, mengevaluasi kondisi lapangan, serta mempererat sinergi antara personel keamanan dan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan ke Pos Brimob Kotaraja, Kombes Pol Yusuf Sutejo didampingi oleh Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven, S.I.K., M.H. Ia mengapresiasi dedikasi personel yang bertugas di wilayah dengan tantangan geografis berat.

“Kami sangat menghargai pengabdian rekan-rekan di sini yang tetap bersemangat menjalankan tugas meski dihadapkan pada medan yang sulit. Keamanan dan ketertiban di Pegunungan Bintang sangat bergantung pada kerja keras kalian,” ujar Yusuf Sutejo dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. “Keberhasilan kita dalam menjaga keamanan tidak lepas dari peran serta warga. Jalin komunikasi yang baik dengan mereka, karena sinergi ini akan memperkuat stabilitas di daerah ini,” tambahnya.

Selanjutnya, Kasatgas Humas dan Kapolres melanjutkan kunjungan ke Pos RRI Brimob Ops Damai Cartenz di Oksibil. Di sana, mereka meninjau fasilitas pos serta mendengarkan langsung aspirasi personel.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Yusuf kembali menekankan bahwa tugas yang diemban personel bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga pengabdian kepada negara. “Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan di wilayah ini. Tantangan di lapangan memang besar, tetapi kita harus tetap solid dan beradaptasi dengan kondisi yang ada,” tegasnya.

Ia juga mendorong personel untuk memanfaatkan teknologi dalam menjalankan tugas. “Kondisi lapangan yang dinamis menuntut kita untuk kreatif dan fleksibel. Gunakan sumber daya yang ada secara maksimal dan jangan ragu untuk melaporkan kendala kepada pimpinan,” katanya.

Menutup kunjungan, Kasatgas Humas berpesan agar personel tetap menjaga kesehatan dan kebugaran. “Fisik dan mental yang prima adalah modal utama dalam menjalankan tugas. Jaga kondisi tubuh dan tetap semangat demi keamanan wilayah kita,” pungkasnya.

Diharapkan, kunjungan ini dapat memberikan dorongan semangat bagi personel serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, sehingga situasi kondusif di Pegunungan Bintang tetap terjaga.

Harumkan Nama Indonesia, Anggota Polri Ikuti Police Academy Exchange Program di UEA

Jakarta – AKP Muhammad Yogie Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., anggota Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam Police Academy Exchange Program yang diselenggarakan di Abu Dhabi Police College, Uni Emirat Arab (UEA). Program ini diikuti oleh 53 anggota kepolisian dari 30 negara.

Program pelatihan ini diselenggarakan oleh International Association of Chiefs of Police (IACP) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri UEA dan berlangsung selama empat bulan.

Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan yang mencakup berbagai aspek kepolisian, di antaranya:

  • Ilmu hukum dan kepolisian
  • Keamanan dan administrasi kepolisian
  • Pelatihan unit khusus (specialized unit)
  • Latihan baris-berbaris dan fisik
  • Latihan menembak

Program ini bertujuan sebagai studi banding ilmu kepolisian antarnegara, khususnya antara negara penyelenggara dengan negara peserta.

Menteri Dalam Negeri UEA, Saif bin Zayed Al Nahyan, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ini.

“Saya mengucapkan selamat kepada semua lulusan serta keluarga mereka atas prestasi ini. Saya mendoakan mereka sukses dalam melayani negara dan masyarakat dengan kepemimpinan yang bijaksana, dedikasi, dan ketulusan,” ujarnya pada Selasa (11/2/25).

Di sisi lain, Kadiv Hubinter Polri, yang diwakili oleh Kabagkembangtas Kombes Pol. Priyo Waseso, S.Si., M.P.P., menyatakan bahwa program ini berperan penting dalam memperkenalkan Polri di kancah internasional.

“Melalui kegiatan pertukaran perwira ini, Polri dapat mengembangkan jaringan dengan kepolisian internasional, yang akan memudahkan koordinasi dalam mengatasi kejahatan lintas negara. Diharapkan, ke depan Polri terus mengirimkan perwakilan dalam program ini,” jelasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan Polri semakin dikenal di tingkat global dan dapat memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan internasional.

Polres Balangan Aktif Kunjungi Petani Sebagai Pendorong dan Penyemangat Untuk Sukseskan Ketahanan Pangan

Polres Balangan, Polda Kalsel – Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Swasembada Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Polres Balangan melakukan pendampingan dan koordinasi dengan petani lokal, Rabu (12/2/2025)

Kabag Ops dan Kabag Ren Polres Balangan Bersama Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Balangan melaksanakan sambang dan koordinasi dengan Siam (Amrullah), pemilik lahan Kebun Lombok di Kelurahan Batu Piring Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan.

Kebun dengan luas 1000 meter persegi ini selain ditanami Lombok besar juga disela – selanya ditanami dengan Kucai atau Daun Bawang. Dalam kunjungan tersebut, Aipda Wayan P.S. selaku Kanit Bhabinkamtibmas berdiskusi dengan pemilik lahan mengenai tantangan yang dihadapi, terutama terkait penyakit yang sering dialami tanaman jenis ini.

Kabag Ren, AKP Krismianto, mengapresiasi semangat petani dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Balangan.

“Pertanian merupakan sektor penting yang harus terus didukung. Meskipun menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya, kami percaya petani kita tetap bisa produktif dengan strategi yang tepat. Polisi cinta petani, karena mereka adalah pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat,” ujar AKP Krismianto.

Sementara itu, Kapolres Balangan, AKBP Riza Muttaqin., melalui Kasi Humas Iptu Eko Budi Mulyono, menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berperan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, salah satunya di bidang pertanian.

“Kami akan terus hadir bersama petani untuk memastikan mereka mendapatkan dukungan yang diperlukan. Ketahanan pangan adalah kunci kesejahteraan masyarakat, dan Polri siap menjadi mitra dalam upaya ini. Polisi cinta petani, karena tanpa mereka, bangsa ini tidak akan bisa maju dan sejahtera,” jelasnya.

Dengan adanya kunjungan dan koordinasi ini, diharapkan para petani yang ada di wilayah Kabupaten Balangan semakin terdorong untuk mengoptimalkan lahan mereka. Polres Balangan berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan bagi petani dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian di lapangan.

Semangat Polisi Cinta Petani menjadi wujud nyata bahwa kepedulian terhadap sektor pertanian adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Balangan

swasembadapangan #ketahananpangan #polrimendukungketahananpangan #polisicintapetani #Balangan #Kalsel

Sat Narkoba Balangan Kembali Bekuk Kurir Sabu

Polres Balangan, Polda Kalsel- Satresnarkoba Polres Balangan kembali mengamankan penjual narkoba di wilayah Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Senin (10/2/2025).

Tersangka yakni MY (30), warga Desa Kusambi Hulu, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan.

MA diamankan saat membawa satu paket narkoba jenis sabu yang rencananya akan dijual ke pembeli berikutnya.

Kapolres Balangan, AKBP Riza Muttaqin melalui Kasi Humas Polres Balangan, Iptu Eko Budi Mulyono menerangkan, MY dibekuk di halaman rumah warga di Desa Layap, Kecamatan Paringin.

“Berdasarkan informasi masyarakat, MY berhasil dibekuk saat dia akan bertransaksi narkoba,” ujar Iptu Eko.

Saat di lokasi kejadian, anggota Satresnarkoba Polres Balangan menemukan satu paket narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip warna bening di atas tanah yang terjatuh dari genggaman MY

MY mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seorang warga di Desa Mundar, Kecamatan Lampihong.

Terang Iptu Eko, pengembangan kasus dilakukan ke rumah warga yang disebuktan oleh MY. Namun saat penggeledahan, tidak ditemui adanya orang di rumah tersebut.

Saat ini MY sudah diamankan di Polres Balangan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Beberapa barang bukti yang turut diamankan di antaranya narkotika jenis sabu seberat 0,31 gram, satu unit handphone dan satu unit sepeda motor

Satgas Ops Damai Cartenz Secara Profesional Gelar Rekonstruksi Keterlibatan Nikson Matuan Saat Penembakan Anggota Brimob

Yalimo-Elelim– Satgas Ops Damai Cartenz 2025 dan Polres Yalimo menggelar rekonstruksi keterlibatan Nikson Matuan mengaku ikut dalam peristiwa penembakan terhadap almarhum Brigpol Iqbal Anwar Arif di Kampung Hobakma, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (11/2/2025).

Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. mengatakan bahwa, Rekonstruksi yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIT ini menggambarkan kejadian penembakan yang terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025, sekitar pukul 15.00 WIT di Jalan Trans Wamena-Jayapura. Brigpol Iqbal menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh Komplotan KKB Aske Mabel.

Rekonstruksi ini mencakup 19 adegan, mulai dari pelaku yang berjalan menuju pondok hingga saat Aske Mabel melepaskan tembakan ke arah korban. Setiap adegan diperagakan termasuk posisi pelaku, korban, dan saksi, serta barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa rekonstruksi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kejadian penembakan tersebut. “Rekonstruksi ini sangat penting untuk mengungkap kejadian dan menentukan peran masing-masing pelaku,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membantu aparat keamanan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kami meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan melaporkan jika mengetahui informasi yang mencurigakan,” katanya.

Rekonstruksi ini diharapkan dapat memberikan titik terang dalam kasus penembakan Brigpol Iqbal dan membawa pelaku ke pengadilan.

Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Amankan Barang Bukti Pakaian Milik Nikson Matuan

Yalimo – Satgas Ops Damai Cartenz 2025 melakukan pengambilan barang bukti berupa pakaian milik Nikson Matuan alias Okoni Siep yang digunakan saat Aske Mabel mengakui dirinya sebagai Panglima Kodap Balim Timur Yali-Yalimo pada 31 Oktober 2024 lalu. Proses pengambilan barang bukti tersebut berlangsung pada Senin, 10 Februari 2025, dan dipimpin langsung oleh Kasubsatgas Investigasi Kompol Suheriadi, S.I.K., M.M.

Pengambilan barang bukti ini merupakan bagian dari penyelidikan dan pengumpulan bukti dalam proses hukum yang tengah berjalan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah personel dari berbagai satuan tugas, termasuk Waka Satgas Intelijen AKP Safri, Padal I AKP Budi Basrah, S.E., M.H., Padal II AKP Lukman Luking, S.H., serta sekitar 20 personel Satgas ODC-2025.

Pada pukul 13.35 WIT, tim gabungan berangkat dari Posko Gakkum menuju rumah Nikson Matuan di Kampung Aluis, Yalimo. Sesampainya di lokasi, tim kemudian mengamankan dua barang bukti utama, yakni satu buah baju berwarna hitam dan satu buah celana berwarna hitam.

Setelah proses pengambilan selesai, tim kembali ke Posko Satgas Gakkum. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali tanpa adanya hambatan.

Kaops Damai Cartenz Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Satgas merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang transparan dan sesuai prosedur.

“Pengambilan barang bukti ini merupakan langkah hukum yang penting dalam penyelidikan yang sedang berjalan. Kami memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai aturan dan tetap mengedepankan pendekatan humanis di lapangan,” ujar Brigjen Faizal.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di Yalimo, serta mencegah potensi gangguan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang dapat memperkeruh situasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” kata Kombes Yusuf.

Ia juga mengingatkan bahwa kepolisian akan terus menjalankan tugasnya secara profesional dalam menegakkan hukum dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Dengan pengamanan barang bukti ini, diharapkan proses hukum dapat berjalan lebih efektif dan memberikan kejelasan terhadap kasus yang tengah ditangani oleh Satgas Gakkum, Satgas Investigasi, dan Sat Reskrim Polres Yalimo.