Kasus Korupsi Rumah Susun di Jakarta Barat: Penyidik Lanjutkan Penyidikan Usai Temukan Alat Bukti Baru dan Putusan Gugatan Pra-Peradilan Ditolak

Jakarta, 27 Januari 2025 – Penyidik Kortastipidkor Polri terus menggali dugaan korupsi terkait pengukuran dan penjualan tanah untuk pembangunan rumah susun di Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat. Kasus yang melibatkan proyek Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Provinsi DKI Jakarta pada tahun anggaran 2015 ini diduga melibatkan suap kepada penyelenggara negara, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 649,89 miliar. Penyidik kini mengembangkan penyidikan setelah menemukan dua alat bukti baru yang memperkuat dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Kepala Kortastipidkor, IJP Cahyono Wibowo, SH., MH, menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan dengan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli, serta pengamanan sejumlah aset terkait kasus ini. “Kami terus mengusut tuntas perkara ini dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi,” ujar Cahyono.

Selain itu, terkait dengan gugatan pra-peradilan yang diajukan oleh terdakwa RHI, Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah mengeluarkan putusan pada 17 Januari 2025 yang menolak gugatan tersebut. Hakim tunggal dalam sidang tersebut memutuskan bahwa gugatan RHI tidak dapat diterima atau NO (Niet Ontvankelijke Verklaard) karena mengandung cacat formil. Hal ini menjadi sorotan, karena sebelumnya ada dua gugatan pra-peradilan yang diajukan oleh tersangka di pengadilan yang sama, meskipun Kortastipidkor berkedudukan di wilayah hukum Jakarta Selatan.

Penyidik menyampaikan bahwa keputusan ini sangat penting untuk mencegah preseden yang bisa mempersulit proses hukum di masa mendatang. “Kami memastikan bahwa kasus ini akan terus berlanjut sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku,” tambah Cahyono.

Penyidik Kortastipidkor Polri menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini dan memastikan penegakan hukum yang bersih dan akuntabel dalam setiap tahap penyidikan.

Senyum Damai, Damai Cartenz di Pinggiran Kota Jayapura

Kota Jayapura – Suasana tenang dan damai menyelimuti pinggiran Kota Jayapura pada Senin sore (27/01/2025). Di tengah aktivitas masyarakat, personel Ops Damai Cartenz-2025 hadir menyapa mama-mama Papua dan anak-anak setempat.

Kehadiran mereka membawa pesan kedamaian dan kasih yang menyentuh hati.

Bripka Victor Merani dan Brigpol Ita Sombo Allo, personel Ops Damai Cartenz-2025, dengan ramah menghampiri masyarakat.

Dengan senyum hangat, mereka berinteraksi dengan mama-mama dan anak-anak Papua, menciptakan suasana penuh keakraban dan persahabatan.

Antusiasme terlihat dari cara masyarakat menyambut mereka. Interaksi yang hangat ini menggambarkan pendekatan humanis Ops Damai Cartenz-2025 dalam upayanya menciptakan Papua yang damai dan harmonis.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa Operasi Damai Cartenz-2025 bertujuan untuk membangun kedamaian dan keamanan di Papua.

“Ops Damai Cartenz-2025 hadir untuk Damaikan Papua. Pesannya jelas: Papua harus aman dan damai agar pembangunan di segala bidang dapat berjalan dengan baik. Dengan itu, harapan pemerintah untuk mewujudkan Papua yang maju dan sejahtera dapat tercapai,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Melalui pendekatan humanis dan persuasif, Ops Damai Cartenz-2025 terus menjangkau masyarakat dengan pesan perdamaian. Harapannya, upaya ini mampu mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, sekaligus menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan Papua yang damai dan sejahtera.

Satgas Ops Damai Cartenz Pererat Hubungan dengan Pemuda Lewat Dukungan Olahraga

Yalimo – Suasana sore di Kabupaten Yalimo berubah hangat ketika anggota Satgas Ops Damai Cartenz hadir dan berbaur bersama masyarakat setempat, Senin (27/1). Dengan senyum ramah dan dialog santai, mereka tidak hanya membangun kedekatan, tetapi juga membawa hadiah berupa satu bola kaki dan satu bola voli sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap aktivitas positif di daerah tersebut.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian anggota terhadap masyarakat di wilayah tugas mereka. Salah satu wujud nyata dari kegiatan ini adalah pemberian bantuan berupa satu bola kaki dan satu bola voli kepada masyarakat setempat.

“Pemberian bola ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk dukungan kami terhadap aktivitas olahraga dan kebersamaan di Yalimo. Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak muda, bisa lebih aktif dalam kegiatan positif,” ujar Kombes Yusuf.

Selain menyerahkan bantuan, personel Satgas juga berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan masukan, serta berdiskusi ringan sembari memberikan imbauan Kamtibmas di Yalimo. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan percaya bahwa kehadiran kami di sini adalah untuk mendukung mereka, bukan hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dalam pembangunan sosial,” tambahnya.

Masyarakat yang hadir pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka mengapresiasi inisiatif Satgas Ops Damai Cartenz yang tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.

Satgas Ops Damai Cartenz terus berkomitmen untuk menciptakan kedamaian dan keamanan di Papua melalui pendekatan yang humanis dengan masyarakat.

Wakaops Damai Cartenz-2025 Berbagi Keceriaan dengan Anak-Anak Yalimo

Papua – Dalam Operasi Damai Cartenz, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga menunjukkan sisi humanisnya dengan bercengkerama bersama anak-anak di Mako Polres Yalimo, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Kamis (25/01). Momen penuh kehangatan ini terjadi ketika Kombes Adarma mengajak anak-anak setempat menikmati tayangan edukatif melalui gawai elektronik yang dipinjamkannya.

Anak-anak terlihat antusias mengerumuni gawai tersebut, menghabiskan waktu bersama menikmati tayangan yang disuguhkan. Dalam suasana penuh keceriaan ini, Kombes Adarma tak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga menyampaikan pesan moral kepada generasi muda Kabupaten Yalimo.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Saya berharap mereka terus giat belajar, meraih cita-cita, dan kelak menjadi kebanggaan bagi agama, orang tua, bangsa, dan negara,” ujar Kombes Adarma.

Sebagai bagian dari Operasi Damai Cartenz-2025, kegiatan ini mencerminkan pendekatan humanis yang menjadi salah satu pilar utama operasi untuk menciptakan kedamaian di Papua. Kombes Adarma juga menegaskan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat, terutama anak-anak, agar tumbuh rasa saling percaya antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus Papua. Mereka harus merasakan kehadiran kami sebagai sahabat yang selalu mendukung,” tambahnya.

Kegiatan semacam ini diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat Papua, sehingga kepercayaan terhadap pemerintah dan upaya menciptakan kedamaian dapat semakin meningkat.

Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini pun tampak senang dan termotivasi. “Saya ingin menjadi polisi seperti bapak,” ujar salah satu anak dengan wajah berseri-seri.

Operasi Damai Cartenz-2025 terus berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis demi menciptakan suasana yang kondusif di wilayah Papua. Kombes Adarma menutup kegiatan tersebut dengan doa dan harapan besar untuk masa depan cerah anak-anak Papua.

Polri Pastikan Identifikasi Jenazah Kebakaran Glodok, Komitmen Tuntaskan Misi Kemanusiaan

Jakarta. Polisi memastikan identifikasi korban kebakaran Glodok Plaza akan terus berjalan. Sebab, identifikasi jenazah ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan
Polri.

“Misi kemanusiaan ini kami lakukan agar dapat segera mengidentifikasi orang hilang berdasarkan barang bukti, berdasarkan jejak jenazah yang ditemukan dari 12 kantong jenazah,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Ade Ary Syam Indradi, Sabtu (25/1/25).

Sejauh ini, tim disaster victim identification (DVI) Polri masih mengidentifikasi 9 dari total 12 jenazah yang ditemukan. Terakhir, tiga jenazah korban kebakaran di Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, telah teridentifikasi.

Menurut Kabid Humas, tujuan utama proses identifikasi ini adalah untuk memastikan identitas para korban. Sehingga, jenazah dapat segera dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

“Sehingga, hasil proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI ini tujuan utamanya agar jenazah dapat didentifikasi dan dapat segera dikembalikan kepada keluarganya untuk dapat dimakamkan secara layak,” jelasnya.

Ditambahkan Kombes. Pol. Ade Ary, misi kemanusiaan Polri ini dilaksanakan mulai dari proses pencarian jenazah, penyisiran di TKP dan evakuasi korban ke RS Polri untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI.

“Identifikasi dilakukan berdasarkan data dari antemortem yang diserahkan oleh keluarga yang melaporkan kehilangan keluarganya, kemudian dilakukan proses identifikasi dan akhirnya didapatkan data postmortem,” ujarnya.

Kemudian, dilakukan rekonsiliasi hingga akhirnya disimpulkan bahwa jenazah atau body part sudah teridentifikasi atau tidak. Sehingga, selanjutnya dapat segera dikembalikan atau diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman secara wajar.

Kombes. Pol. Ade Ary pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kebakaran tersebut. Ia menyatakan, Polri berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus kebakaran maut ini.

“Tentunya kami menghaturkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan komitmen kami untuk mengusut tuntas kasus ini secara prosedural, proporsional dan profesional,” ujarnya.

Operasi Damai Cartenz: Polri Wujudkan Papua Aman dan Harmonis

Papua – Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyapa masyarakat Yalimo di Bandara Elelim pada Jum’at pagi (24/1/2025) untuk menciptakan suasana penuh kehangatan dan keakraban.

Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat, yang tampak antusias berbagi senyuman dalam momen yang mencerminkan harmoni dan kedamaian.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan bahwa Polri, melalui Operasi Damai Cartenz, hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman dari berbagai ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

“Kehadiran Polri melalui Ops Damai Cartenz membawa kedamaian untuk masyarakat Papua. Kami hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangannya.

Momen bahagia semakin terasa ketika para pedagang lokal, terutama penjual pinang, menyambut kedatangan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz dengan senyum hangat yang menghiasi wajah mereka.

Interaksi sederhana ini mencerminkan hubungan erat antara aparat keamanan dan masyarakat Papua, sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di Papua tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kepercayaan masyarakat.

Dengan Operasi Damai Cartenz, Polri berkomitmen untuk terus menciptakan kedamaian dan harmoni di tengah masyarakat Papua, menjaga Bumi Cenderawasih tetap aman dan damai.

Sat Lantas Balangan Tilang ODOL dan Parkir Sembarangan

Demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan Personil Sat Lantas Polres Balangan melaksanakan peneguran kepada 14 truck yg parkir di Kawasan KTL dan kemudian diarahkan istirahat dikantong parkir rest area muhibbin.

Selain itu Satuan Lalu Lintas Polres Balangan juga rutin melakukan penindakan terhadap pelanggaran Over Dimention dan Over Loading atau ODOL kepada angkutan yang melintas di Jalan Akhmad Yani Kabupaten Balangan.

Penindakan dilakukan dalam bentuk pemberian tilang atau bukti pelanggaran kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas dengan menyita surat menyurat berupa SIM maupun STNK bahkan Ranmor, berdasarkan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Upaya ini dilakukan dalam rangka mengurangi penyebab dan fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Balangan AKP Simon Jumadi mengatakan “Satuan Lalu Lintas Polres Balangan menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mentaati tata tertib berlalu lintas”

“lengkapi surat – surat kendaraan dan pengemudi, serta mematuhi rambu dan mengemudikan kendaraan dengan baik, pastikan kondisi mengemudi dalam keadaan fit”pungkas AKP Simon Jumadi

Lagi! Polri Ajak Masyarakat Papua Waspada Propaganda Hoaks oleh KKB

Papua – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa informasi yang disebarkan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terkait ancaman genosida terhadap Orang Asli Papua (OAP) oleh TNI-Polri adalah hoaks. Polri menyatakan bahwa narasi tersebut merupakan propaganda yang tidak berdasar dan bertujuan untuk memprovokasi serta menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, dengan tegas membantah kebenaran klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa informasi itu hanyalah upaya dari KKB untuk menciptakan keresahan dan membangun persepsi negatif terhadap aparat keamanan.

“Kami memastikan bahwa klaim ini tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta. Narasi ini adalah propaganda yang disebarkan untuk menghasut dan menimbulkan kebencian terhadap TNI-Polri,” ujar Brigjen Faizal kepada media, Jumat (24/01).

Brigjen Faizal juga menegaskan bahwa TNI dan Polri tetap konsisten dalam melindungi seluruh masyarakat Papua, termasuk Orang Asli Papua, dari segala bentuk ancaman, termasuk dari tindakan kriminal yang dilakukan oleh KKB.

“TNI-Polri bertugas melindungi setiap warga negara, tanpa membedakan suku, agama, atau golongan. Kami akan terus menjalankan operasi dengan pendekatan hukum yang terukur dan humanis untuk menciptakan keamanan di Papua,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Brigjen Faizal mengimbau masyarakat Papua untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan berkoordinasi dengan aparat jika membutuhkan bantuan keamanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh propaganda yang disebarkan KKB. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui saluran pemerintah dan kepolisian. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang bertujuan merusak persatuan,” tegas Brigjen Faizal.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, turut menyampaikan bahwa KKB sering menggunakan isu-isu sensitif untuk menciptakan konflik dan mencoreng citra aparat keamanan.

“Kami meminta masyarakat Papua untuk tetap waspada terhadap informasi palsu. Propaganda semacam ini sering kali dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian dari tindakan kriminal yang dilakukan KKB. Tetap tenang, dan jika ada informasi mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang,” ujar Kombes Yusuf Sutejo.

Polri bersama TNI terus berkomitmen menjaga kedamaian dan stabilitas di Papua. Dengan sinergi yang kuat dan pendekatan yang humanis, Satgas Ops Damai Cartenz menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

Polri Pastikan Klaim KKB Soal Pencurian Dua Senjata adalah Hoax

Papua – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa klaim Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengenai pencurian dua senjata api milik anggota Polri di Puncak Jaya adalah informasi yang tidak benar atau hoax. Polri menyatakan bahwa narasi yang beredar tersebut merupakan propaganda yang bertujuan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, dengan tegas membantah klaim tersebut. Menurutnya, informasi yang disampaikan oleh kelompok bersenjata itu tidak memiliki dasar fakta dan hanya bertujuan untuk memprovokasi aparat serta masyarakat.

“Kami memastikan bahwa klaim pencurian senjata api oleh KKB ini adalah informasi yang tidak benar. Ini adalah bagian dari propaganda yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi opini publik dan menciptakan ketakutan di masyarakat,” ujar Brigjen Faizal kepada media.

Brigjen Faizal menegaskan bahwa Polri bersama TNI tetap fokus menjalankan operasi penegakan hukum di Papua untuk melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata. Polri tidak akan terpengaruh oleh narasi-narasi yang dibuat untuk mengalihkan perhatian aparat keamanan.

“Kami tetap fokus pada misi utama kami, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Setiap aksi KKB yang melanggar hukum akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Polri dan TNI bersinergi penuh untuk memastikan stabilitas di wilayah Papua,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Faizal juga mengimbau masyarakat Papua untuk tidak mudah percaya pada informasi sepihak yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Ia meminta warga agar tetap tenang dan mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kedamaian di Papua.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh klaim yang tidak jelas kebenarannya. Informasi resmi hanya akan disampaikan melalui jalur resmi pemerintah dan kepolisian. Bersama-sama kita harus melawan propaganda yang bertujuan memecah persatuan bangsa,” tegas Brigjen Faizal.

Satgas Ops Damai Cartenz menegaskan bahwa keselamatan masyarakat Papua adalah prioritas utama. Dengan pendekatan hukum yang terukur dan humanis, Polri bersama TNI berkomitmen menjaga keamanan di seluruh wilayah Papua. (red)

Dittipidsiber Tangkap Pelaku Deepfake Presiden Prabowo dan Pejabat Negara Lainnya

Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial AMA (29) atas kasus deepfake video Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat. Dia ditangkap di Dusun 1 RT/RW 002/001, Kelurahan Bumi Nabung Ilir, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Himawan Bayu Aji mengungkap, tersangka AMA menggunakan Artificial Intilligence (AI) Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Video itu kemudian disebar tersangka ke media sosial untuk menjaring para korban.

“Isi konten menawarkan bantuan pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Brigjen. Pol. Himawan dalam konferensi pers, Kamis (23/1/25).

Menurut Direktur, dalam video tersebut ditulis nomor Whatsapp yang dapat dihubungi oleh tersangka dengan harapan ada calon korban yang menghubungi. Jika ada korban yang menghubungi nomor tersebut, maka akan diarahkan oleh tersangka untuk mengikuti pengisian pendaftaran penerima bantuan.

“Setelah itu, korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi dan kemudian akan terus dijanjikan pencairan dana oleh tersangka hingga korban mentransfer kembali, walaupun sebenarnya dana bantuan tersebut tidak pernah ada,” jelas Direktur.

Dijelaskan Direktur, tersangka mengakui telah melakukan kegiatan penipuan tersebut sejak 2020 sampai dengan 16 Januari 2025. Total, telah ada 11 korban yang terdata dengan setoran uang kepada tersangka AMA berkisar antara Rp250.000-Rp1.000.000.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu DPO berinisial FA, karena ini adalah sindikat. Jadi kami tidak akan berhenti sampai di sini,” ujar Direktur.

Penyidikan kemudian menjerat tersangka AMA dengan pasal 51 ayat (1) jo pasal 35 UU No. 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan pasal 378 KUHP.